Max Verstappen Ukir Sejarah di Sepang
Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen mengukir sejarah dengan memenangi balapan F1 GP Bahrain yang diselenggarakan di Sirkuit Sepang, Malaysia. Ini merupakan kemenangan ke-72 Verstappen sepanjang kariernya bersama Red Bull Racing.
Dengan kemenangan ini, Max juga mencatatkan diri sebagai satu dari tiga pembalap yang bisa memenangi seri balapan F1 dalam 11 tahun berturut-turut. Namanya kini bersanding dengan legenda asal Jerman, Michael Schumacer dan Lewis Hamilton.
Balapan di Sepang berlangsung penuh drama. Race sempat tertunda sekitar satu setengah jam akibat hujan deras dan gangguan perangkat lunak yang membuat respons pedal gas sejumlah mobil bermasalah.
Situasi ini memaksa penyelenggara menahan start hingga semua sistem kembali aman.
Setelah penantian 40 menit akibat hujan, lap formasi akhirnya bergulir. Seluruh pembalap memulai dengan ban intermediate, sebelum bendera merah dikibarkan menyusul masalah perangkat lunak yang kembali muncul.
Verstappen, Hamilton, dan beberapa pembalap lain terdampak gangguan yang membuat respons throttle tidak bekerja sebagaimana mestinya. Balapan pun dihentikan untuk memastikan keselamatan.
Perlombaan baru dimulai kembali setelah tertunda 53 menit. Kondisi lintasan yang masih basah memaksa tim dan pembalap berhitung cermat soal strategi.
Saat lomba dimulai, Verstappen menjadi satu dari sembilan pembalap yang tetap memakai ban intermediate. Hamilton, Charles Leclerc, Lando Norris, dan Oscar Piastri mengambil risiko dengan ban slick.
Mercedes langsung tampil kuat. Antonelli dan Russell melesat ke depan selepas start, sementara Verstappen menempati posisi ketiga.
Verstappen menyalip Russell pada lap keenam untuk naik ke P2. Dua lap berikutnya, ia mulai menekan Antonelli yang masih memimpin.
Balapan kembali berubah pada lap kesembilan. Valtteri Bottas kehilangan kendali di Tikungan 13 dan berhenti di gravel, memanggil safety car masuk lintasan.
Momentum restart dimanfaatkan Verstappen untuk merebut posisi pertama dari Antonelli. Russell kemudian juga melewati rekan setimnya di Tikungan 5, memperketat persaingan di barisan depan.
Komposisi terdepan kembali bergeser setelah rangkaian pit stop kedua. Russell lebih dulu berhenti di lap ke-32 untuk beralih ke ban soft, disusul Antonelli dan Verstappen yang melakukan pergantian ban pada putaran berikutnya.
Verstappen sempat kehilangan posisi pimpinan ketika virtual safety car diberlakukan menyusul kendala teknis yang menimpa Alex Albon. Interval waktu yang terjaga membuat perebutan posisi kembali terbuka.
Usai menjalani pit stop, Verstappen tetap berada dalam jalur perebutan kemenangan. Kecepatan konstan dan eksekusi restart menjadi kunci di fase akhir lomba.
Menjelang finis, drama lain muncul. Russell harus menghentikan mobil di sisi lintasan karena masalah teknis, dan balapan kembali berlangsung di bawah periode safety car sebelum dilanjutkan lagi.
Kegagalan finis tersebut makin menipiskan peluang Russell dalam perburuan gelar. Di saat bersamaan, Norris sempat keluar ke gravel dan terlempar ke posisi ke-11.
Dengan empat lap tersisa, safety car masuk ke pit lane. Verstappen menjalani restart dengan bersih dan mempertahankan posisi pertama hingga garis finis.
Hamilton mengambil alih posisi ketiga dari Isack Hadjar pada lap ke-53. Hasil ini menjadi podium pertama Hamilton sejak Silverstone.
Leclerc kemudian juga melewati Hadjar sehingga pembalap Prancis itu turun posisi. Piastri mengakhiri balapan di urutan keenam, tepat di depan Liam Lawson.
Fernando Alonso finis kedelapan setelah mampu menahan tekanan Norris. Di belakang mereka, Arvid Lindblad mengamankan posisi ke-10 dan mengemas satu poin terakhir, catatan positif bagi Racing Bulls dibanding Alpine.
Esteban Ocon yang sempat berada di posisi keenam pada awal lomba akhirnya merosot ke urutan ke-15. Ia bahkan finis di belakang rekan setimnya, Oliver Bearman.