Max Verstappen, Leclerc, dan Lando Norris Tereliminasi Perebutan Gelar Juara Dunia
Hasil balapan di GP Amerika mengkonfirmasi pembalap yang tereliminasi dalam persaingan perebutan gelar juara dunia. Tiga pembalap elite, yakni Max Verstappen dari tim Red Bull Racing, Charles Leclerc (Ferrari) dan Lando Norris (McLaren) sudah kehilangan peluang meski masih ada lima seri balapan tersisa.
Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonellli menjadi kandidat terkuat menyebet gelar juara dunia musim ini. Kemenangan di GP Amerika bahkan kian memantapkan langkahnya. Pembalap asal Italia ini bahkan bisa menjadi juara dunia di seri berikutnya di Meksiko, jika bisa finis minimal di posisi sembilan.
Antonelli kini mengoleksi 365 poin, disusul rekannya George Russel dengan 242 poin dan pembalap Ferrari, Lewis Hamilton 241 poin.
Pada balapan di GP Amerika hari Minggiu atau Senin dini hari WIB, Antonelli menunjukkan performa dominan di sirkuit Austin. Tampil dari posisi terdepan, Antonelli tak tertahankan untuk finish di depang Leclerc dan Verstappen.
Menerapkan strategi satu kali pit stop, dia tampil tenang sepanjang balapan dan semakin dekat dengan gelar juara dunia. Meski belum mampu mengunci gelar di Austin, pembalap asal Italia tersebut berhasil mengamankan kemenangan kesembilannya pada musim ini.
Antonelli mengawali balapan dengan impresif. Start buruk Verstappen memberinya kesempatan untuk merebut posisi terdepan pada lap pertama.
Setelah itu, Antonelli mampu mempertahankan keunggulannya melalui strategi satu kali pit stop yang terbukti efektif.
Ketika sejumlah saingannya memilih dua kali masuk pit, Antonelli mampu memperpanjang penggunaan ban medium sebelum beralih ke ban keras. Ia kemudian menjaga performa mobilnya hingga melewati garis finis.
Pembalap Mercedes itu mengakhiri balapan dengan keunggulan 13,078 detik atas Leclerc. Virtual Safety Car (VSC) yang diterapkan menjelang lap terakhir sempat memperlambat laju para pembalap, tetapi tidak mengubah posisi Antonelli di depan.
Leclerc finis di posisi kedua setelah melakukan manuver penting pada fase akhir balapan. Hasil tersebut menjadi podium kedua secara beruntun bagi pembalap Ferrari itu.
Sementara itu, Verstappen harus menghadapi sejumlah kendala pada mobil Red Bull miliknya. Meski demikian, pembalap asal Belanda tersebut mampu mempertahankan posisi ketiga untuk melengkapi podium GP Amerika Serikat.
Lewis Hamilton menambah perolehan poin Ferrari setelah finis di posisi keempat. Adapun Lando Norris harus kehilangan peluang meraih podium karena performa ban mobilnya menurun menjelang akhir balapan. Pembalap McLaren itu akhirnya finis kelima.
Rekan setim Verstappen, Isack Hadjar menempati posisi keenam, diikuti Oscar Piastri yang membawa McLaren kedua finis di urutan ketujuh.
George Russell menjalani balapan yang mengecewakan dan hanya mampu finis kedelapan. Liam Lawson berada di posisi kesembilan, sedangkan Pierre Gasly melengkapi 10 besar sekaligus mengamankan poin terakhir yang tersedia.
Nico Hulkenberg finis di posisi ke-11, disusul Arvid Lindblad dan Gabriel Bortoleto. Bortoleto berhasil bangkit setelah menerima penalti grid yang sangat besar, yakni 80 posisi.
Esteban Ocon menempati urutan ke-14, di depan dua pembalap Aston Martin, Lance Stroll dan Fernando Alonso. Hasil tersebut membuat Haas gagal meraih poin dalam balapan kandangnya.
Williams juga tidak memperoleh poin setelah Alex Albon dan Carlos Sainz masing-masing finis di posisi ke-17 dan ke-18, di depan Sergio Perez. Dengan hasil itu, Williams memperpanjang catatan tanpa poin menjadi tiga seri berturut-turut.
Balapan GP Amerika Serikat diwarnai tiga pembalap yang gagal finis, yakni Franco Colapinto dari Alpine, Ollie Bearman dari Haas, dan Valtteri Bottas dari Cadillac.
Bottas menjadi penyebab penerapan Virtual Safety Car setelah menepi ke sisi lintasan. Insiden tersebut membuat jalannya balapan dinetralkan pada beberapa lap terakhir, tetapi tidak menggagalkan Antonelli untuk mengamankan kemenangan.